THERAPY OF KASMARAN







Menulis merupakan suatu kegiatan yang sudah terlupakan bagi para remaja jaman sekarang. Kegiatan ini  sangat jauh terkikis oleh perkembangan dunia elektronik yang makin hari makin melejit .  Hingga bukan hal yang aneh jika remaja jaman sekarang sangat anti berurusan dengan segala hal yang berkaitan dengan dunia kepenulisan.  Padahal kegiatan menulis ini memberikan banyak sekali manfaat dalam kehidupan mereka. Baik manfaat dalam kegiatan akademik mereka di sekolah maupun manfaat sosial dan pengembangan skill yang sangat rugi untuk terlewatkan. 

Kemerosotan nilai minat menulis ini tidak hanya terjadi pada remaja.  Tapi juga pada anak anak maupun orang dewasa.  Maklumlah jika hal itu terjadi,  karna jika dari kecil anak anak sudah tak dibiasakan hobi menulis, maka sampai dewasapun dunia kepenulisan akan menjadi hal yang asing bagi mereka.  Mereka akan lebih mengutamakan memanjakan anak mereka dengan aplikasi aplikasi permainan di gedjet dari pada membiasakan membelikan buku bacaan yang akan lebih bermanfaat untuk anak mereka kedepan.

Pada minggu (18/2) lalu,  Forum Lingkar Pena (FLP) Probolinggo melangsungkan kembali kegiatan keduanya di tahun ini. Kegiatan ini mengambil judul Therapy Of Kasmaran dengan menulis puisi. Berbeda dengan kegiatan pertama yaitu tentang pengenalan dunia literasi FLP,  kegiatan kedua ini lebih mendalam bagi mereka. Hal itu terlihat dari judulnya yang bernada "kasmaran". Judul ini diambil bukan karna ingin melegalkan virus haram merah jambu yang kini masih menyelimuti mereka.  Tapi lebih pada penekanan makna kasmaran yang identik dengan syair syair puisi.  

Kegiatan ini di isi dengan diskusi santai bersama seorang penulis puisi berbkat FLP asal kota pahlawan Surabaya yang bernama M. Ivan Aulia Rohman. Dia adalah anggota FLP Surabaya dan seorang penulis berbakat yang telah banjir akan prestasi menulis baik lokal maupun nasional. Ivan memang sengaja mengagendakan FLP Probolinggo sebagai salah satu tujuannya dalam safari nya mengelilingi FLP Jatim. 

Kedatangan Ivan ke kegiatan ini merupakan angin segar bagi seluruh peserta FLP.  Ilmu yang Ivan berikan serta motivasi motivasinya tentang menulis, utamanya dalam bidang puisi seperti memberikan kekuatan tersendiri bagi para peserta FLP untuk lebih mengokohkan kemantapan mereka dalam mengasah skill menulis puisi. Tak hanya berbagi ilmu,  Ivan juga memberikan tips dalam menulis karya sastra yang sangat membangun bagi para peserta. Salah satu tips nya yaitu tentang menulis adalah obat jiwa. 

Menurutnya,  menulis merupakan suatu cara menekan stress. "dengan menulis kita dapat meluapkan segala macam kejenuhan dan stress dari berbagai permasalahan hidup dengan cara yang positif" kata Ivan. Sehingga pembiasaan untuk menulis sangat cocok bagi remaja untuk menyalurkan sgala problematika remaja ke jalur yang benar. Tak hanya di isi dengan diskusi saja,  kegiatan ini juga di isi dengan sesi praktek membuat puisi singkat karya peserta. Puisi yang mereka buat masih bertemakan tentang judul kegiatan ini yakni kata kasmaran. 

Pada awalnya mereka masih bingung dengan apa yang ingin mereka tulis. Tapi dengan berjalannya waktu merekapun dengan lancar menuliskan sgla sesuatu yang tertanam di benak mereka. Hingga akhirnya mereka dengan bangga membacakan puisi karyanya sendiri. 
Diakhir sesi kegiatan ini di tutup dengan penyerahan hadiah kepada pemenang tantangan quotes challange FLP.  Quotes challange merupakan salah satu tantangan dari FLP Probolinggo kepada para pesarta untuk merangsang minat mereka di bidang kepenulisan. Tantangan ini mengharuskan peserta untuk mengarang dan mengupload di medsos sekreatif mungkin tulisan mereka mengenai tema yang tlah di tentukan.dan pemenang dari tantangan ini adalah M. Amier Hamzah dari SMA Sumberasih. 

Tema  tantangan di setiap bulan berbeda,  dan untuk bulan depan di pilihlah satu tema baru yaitu tentang puisi. Tantangan tantangan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk berkarya lebih baik lagi.

1 Comments

Alhamdulillah...semangat baru untuk bangun literasi di probolinggo